Nikmati Perempatan Malioboro di Malam Hari

Posted on

Nikmati Perempatan Malioboro di Malam Hari! Nama malioboro sudah tidak asing lagi terdengar ketika membahas mengenai Yogyakarta, karena perempatan Malioboro adalah salah satu tempat yang tidak dapat terpisahkan dari destinasi Wisata Yogyakarta. Perempatan Malioboro adalah nama salah satu dari tiga jalan di kota Yogyakarta, yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga persimpangan Kantor Pos di Yogyakarta. Jalan Malioboro sangat terkenal dengan pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan dan warung makan khas Jogja yang hangat dan terkenal sebagai tempat berkumpulnya seniman dan pemain yang sering mengekspresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, lawakan, pantomim dan lain-lain di sepanjang jalan ini. Kawasan Malioboro sebagai salah satu kawasan belanja utama kota Yogyakarta, didukung oleh adanya toko-toko, restoran, pusat perbelanjaan, dan jangan lewatkan para pedagang kaki lima yang limanya.

Perempatan Malioboro sendiri memiliki pusat perbelanjaan dan restoran yang tidak jauh berbeda dengan pusat bisnis dan belanja di kota-kota besar lainnya, yang disemarakan dengan merek-merek besar dan ada juga nama lokal. Barang-barang yang diperdagangkan dari barang-barang impor dan lokal, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga barang-barang elektronik, perabotan dan sebagainya. Disini juga tersedia berbagai kerajinan, seperti batik, wayang, ayaman, tas dan sebagainya. Disekitar jalan malioboro juga terdapat pertukaran mata uang asing, bank, hotel bintang lima hingga jenis melati.

Namun jangan lewatkan untuk menelusuri jalan Malioboro yang sudah sangat terkenal. Bisa berjalan dari ujung ke ujung di dua sisi jalan, atau dengan ‘manggung’ (menaiki kereta / gerbong) dan becak Jogja. Di sore hari pengunjung Perempatan Malioboro sangat sibuk baik warga maupun wisatawan, terutama saat musim liburan sekolah tiba, atau ada libur nasional yang cukup lama. Sebenarnya jalan Malioboro dari ujung ke ujung lebih dari satu mil jauhnya, dan pada dua sisi jalan terdapat banyak toko, kantor, restoran dan mal dan pusat perbelanjaan. Kerumunan dimulai pada pagi hari Sampai jam sembilan malam, tetapi Malioboro yang semarak tidak pernah berhenti Karena sudah siap untuk mengadakan warung lesehan dagangan.

Bagaimana Cara Untuk Menikmati Malam Di Perempatan Malioboro?

 

Untuk Menghabiskan malam di sekitar Perempatan Malioboro juga mudah untuk mendapatkan penginapan dari jenis melati ke hotel bintang lima. Para wisatawan tidak perlu merasa khawatir selama menikmati semua hari-hari liburannya di kota Jogja Sampai larut malam sekalipun. Wisatawan dapat menikmati hidangan di warung lesehan di sepanjang jalan Malioboro, yang menyediakan makanan dan menawarkan makanan khas Jogja yang hangat dan nasi goreng ayam serta makanan Padang, ChinesseFood dan sebagainya. Sambil menikmati makanan yang disajikan pengunjung akan dihibur oleh musik dari pedagang kaki lima lainnya yang hanya membawa gitar dan ada juga yang membawa peralatan musik yang lengkap.

Ada perhatian wisatawan perhatikan sebelum menikmati makanan warung lesehan yang akan dipesan yaitu menanyakan harga setiap makanan yang tersedia sebelum anda merasa kurang nyaman dengan tagihan pembayaran nantinya, hal ini juga menjadi perhatian khusus dari pemerintah setempat yaitu untuk nongkrong di papan Malioboro dengan tulisan “Minta harga daftar sebelum memesan.” Carilah warung makan yang dianggap layak dalam memberikan harga makanan dan minuman yang disajikan, yaitu dengan memberikan tagihan yang wajar dan sesuai dengan lesehan di sekitar Malioboro. Sangat disayangkan bahwa para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta dan sekitarnya, khususnya Perempatan Malioboro hanya satu hari berkunjung. Karena indahnya perempatan malioboro pada malam hari tidak akan di dapatkan pada daerah wisata yang lain.