Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Wajib Anda Tahu!

Posted on

Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Wajib Anda Tahu! Museum Benteng Vredeburg berada di tempat populer Yogyakarta . Selanjutnya, museum bersejarah ini adalah nama resmi Indonesia, Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta yang merupakan bekas benteng kolonial yang terletak di Kota Yogyakarta . Museum ini adalah mengumpulkan foto-foto lama, benda-benda bersejarah, serta replika.

Diorama yang menggambarkan perjalanan Indonesia untuk kemerdekaan juga ditampilkan di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Ini adalah tempat yang terkenal dan juga telah ditunjuk sebagai tujuan wisata di kota. Selain itu, ini adalah tempat yang baik untuk dikunjungi selama kunjungan Anda ke Yogyakarta dan ini akan mendorong Anda ke kisah lama masyarakat lokal yang berjuang melawan penjajahan di negeri ini.

Lokasinya di area strategis dan dekat dengan tempat menarik lainnya seperti Keraton, Pasar Burung Ngasem, Kota Gede, Candi Prambanan dan Taman Sari. Oleh karena itu, ini adalah tempat yang ideal untuk dikunjungi ketika mengunjungi Kota Yogyakarta.
Pertama, ketika kita meninjau tahun 1947, upacara untuk menghormati ulang tahun pendiri Budi Utomo yang ke 40 diadakan di benteng. Selain itu, Ki Hadjar Dewantara mengemukakan gagasan untuk mengubah benteng menjadi lembaga budaya.

Untuk mengukuhkan ide ini, yayasan yang baru dibentuk mengambil alih restorasi bekas benteng secara bertahap. Akhirnya, telah berhasil mengubah kompleks militer menjadi Museum Perjuangan Kemerdekaan yang dibuka pada tahun 1992.

Benteng Vredeburg Museum terletak di Jalan Ahmad Yani No. 6, Kota Yogyakarta, Provinsi Yogyakarta, Indonesia. Sementara itu, bangunan bersejarah ini hanya di depan Gedung Agung (salah satu dari tujuh istana presiden di Indonesia) dan Istana Sultan Yogyakarta (Kraton Yogyakarta).

Benteng Vredeburg dibangun pada 1760 atas perintah Sri Sultan Hamengku Buwono I dan permintaan pemerintah Belanda yang kemudian dipimpin oleh Nicholaas Harting yang menjabat sebagai gubernur Direktur Pantai Utara Jawa. Tujuan pertama pembangunan benteng adalah menjaga keamanan istana.

Namun, tujuan sebenarnya dari keberadaan benteng ini adalah untuk memfasilitasi pengawasan Belanda terhadap semua kegiatan yang dilakukan oleh istana Yogyakarta. C onstruction dari benteng ini bentuk yang sangat sederhana seperti dinding nya yang hanya dibuat dari tanah didukung oleh tiang-tiang yang terbuat dari kayu kelapa dan pohon palem, dengan atap jerami.
Bangunan itu dibangun dengan bentuk persegi di empat sudut dibangun Séléka atau bastion.Oleh Sri Sultan HB IV, keempat penjuru itu diberi nama Jaya Wisesa (sudut barat laut), Jaya Purusa (sudut timur laut), Jaya Prakosaningprang (sudut barat daya), dan Jaya Prayitna (sudut tenggara).

Pada periode berikutnya , gubernur Belanda bernama WH Van Ossenberg mengusulkan bahwa benteng itu dibangun lebih permanen dengan tujuan untuk membuatnya aman . Kemudian pada tahun 1767 , pembangunan benteng dimulai di bawah pengawasan seorang arsitek Belanda bernama Ir . Frans Haak dan selesai pada 1787