Sejarah Tugu Jogja, Wajib Baca

Posted on

Sejarah Tugu Jogja, Wajib Baca! Selamat Datang di jogja sebuah indah kota. Banyak hal baru yang bisa Anda dapat di sini . Dari keramahan orang-orangnya sampai dengan Seni dan Budaya serta sebuah menawan turis tempat dan tidak lupa , makanan khas . Murah Penginapan ini juga tersedia untuk Kelas Internasional Hotel.

Sedikit sejarah tentang Tugu Jogja yang pernah disebut Tugu Yogyakarta golong gilig.

Ketika kita melihat peta wilayah Yogyakarta (DIY) dari utara (puncak Gunung Merapi) + 70 km ke arah selatan hingga Pandan Simo (di pantai selatan Samudera Indonesia) seolah kita dapat menarik garis lurus. Garis lurus imajiner melalui tiga bangunan penting di kota Yogyakarta, yaitu:

  • Tugu Yogyakarta / Monumen golong gilig;
  • Keraton Sultan, dan
  • Panggung Krapyak (Cage Menjangan)
  • Konsep garis lurus imajiner ini dibuat oleh Panembahan Senopati, pendiri dinasti Kerajaan Mataram raja Yogyakarta (1586-1601)
Source Instagram @agusbaee_

Tugu Tugu Yogyakarta disebut golong gilig, sebenarnya telah mengalami perubahan bentuk setelah renovasi karena runtuh (+3 m) oleh gempa yang mengguncang Yogyakarta pada 10 Juni 1867. Tugu Tugu Yogyakarta disebut Putih (White Peal) terletak di persimpangan empat Jl. SAYA. Sangaji-Jl. P. Mangkubumi dengan Jl. P. Diponegoro, Jl. Jend. Sudirman. Pada dekade 60-an, regulator monumen ini dilengkapi dengan lampu lalu lintas (traffic light).

Golong gilig makna spiritual filosofis dan nilai sejarah. Pada saat dipenjara di Parangkusuma Panembahan Senapati ia bertemu dengan Ratu Kidul. Mereka jatuh cinta dan menikah. Setelah tiga hari di Segara Kidul, Panembahan Senopati menyatakan keinginan untuk pulang. Dia diberikan oleh alam semesta Queen of South Endog dibawa ke rumah.

Setelah tiba di Mataram, Endog pasti sudah dimakan, tetapi oleh Ki Interpreter Martani dilarang. Telur dan itupun diberikan kepada juru taman. Setelah penerjemah taman memakannya, dia berubah menjadi seorang denawa. Denawa diberi tugas oleh Panembahan Senopati untuk menjaga Gunung Merapi. Garis-garis terbentuk Segara Kidul – Gunung Merapi yang melambangkan sangkan paranin dumadi, hablun minallah atau manunggaling subyek gusti.

Source Instagram @yusantaavi

Tugu Yogyakarta (Tugu golong gilig) dibangun oleh Pangeran Mangkubumi (HB I), pendiri Kesultanan Ngayogyakarta untuk memperingati perjuangannya dengan rakyat, kesatupaduan dengan orang-orang melawan penjajah Belanda yang jahat. Oleh karena itu, monumen ini disebut monumen golong gilig.

Tugu Yogya memiliki ketinggian 25 m, dengan badan bangunan berbentuk silinder (gilig) dan puncaknya bulat seperti bola yang terbuat dari batu bata. Diperkirakan monumen itu didirikan setahun setelah Perjanjian Giyanti, 13 Februari 1755. Melihatnya sebagai monumen peringatan pada masa Kaisar duduk di singgasana di Ward Mangunturtangkil serta panduan bagi orang-orang yang ingin mengabaikan Sultan.

Tahukah Anda Sejarah Tugu Jogja?

Tugu golong gilig tidak bisa dilihat lagi, sejak 10 Juni 1867 jatuh ke tiga gempa besar karena menguncang Yogyakarta. Pada tahun 1889, pemerintah Hindia Belanda membangun kembali bentuk baru. Di monumen ini tidak tampak golong gilig yang mengintegrasikan rakyat dan raja, melainkan sebagai pintu gerbang yang didedikasikan untuk kesejahteraan Pegawai Negeri dengan candrasengkala wiwara harja manggala praja. TGG berubah menjadi monumen untuk menegakkan membagi et impera Belanda.

Pada tahun 1942, Hindia Belanda diduduki oleh Jepang dan pada tahun 1945 memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun itu Sultan HB IX dan Adipati Paku Alam VIII mendeklarasikan Kesultanan Yogyakarta dan Paku Alam Kadipaten sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Atas undangan Pemerintah Sultan HB IX RI pindah ke Yogyakarta. Pada tahun 1948 pendudukan Belanda atas Yogyakarta, serta Presiden dan Wakil Presiden dari tahanan oleh Belanda. Diatas adalah sejarah singkat tentang Tugu Jogja.

Map Tugu Jogja